Penulis: humasresjaksel@gmail.com

  • Pererat Sinergi dengan Masyarakat, Kapolsek Pancoran Gelar Halalbihalal dan Silaturahmi Kamtibmas

    Jakarta Selatan – Dalam upaya mempererat tali silaturahmi serta menjaga kondusifitas wilayah pasca-Lebaran, Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, S.E., M.M., melaksanakan kegiatan Halalbihalal bersama Ketua Pokdar Kamtibmas dan warga RT.02/RW.03, Kelurahan Pancoran, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/4/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat RW.03, Jalan Pancoran Barat ini dihadiri oleh jajaran Panit 2 Binmas, Bhabinkamtibmas, Ketua Pokdar Kamtibmas Bapak Abdul Karim Efendi, serta warga setempat.

    Dalam sambutannya, Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh warga yang hadir. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya Polri untuk lebih dekat dengan masyarakat.

    “Terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian. Momen Halalbihalal ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana bagi kami untuk bertukar informasi dalam upaya cegah tangkal gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas) di lingkungan Kecamatan Pancoran,” ujar Kompol Mansur.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek memaparkan situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Pancoran secara umum dalam keadaan aman dan kondusif. Meski demikian, ia menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih menjadi perhatian.

    “Situasi wilayah kita relatif aman dan kondusif, kejadian menonjol nihil. Namun, curanmor masih menjadi ancaman. Kami mengajak peran serta dan kerja sama seluruh warga untuk lebih aktif dan peduli terhadap keamanan lingkungan masing-masing,” tegasnya.

    Selain itu, Kapolsek juga menyinggung terkait pencegahan tawuran remaja yang belakangan sempat terdeteksi di wilayah Kelurahan Pancoran. Ia mengapresiasi kesigapan Patroli Perintis Polres yang berhasil menggagalkan aksi tersebut sebelum terjadi.

    Kompol Mansur berharap, kehadiran pihak kepolisian di tengah masyarakat dapat menambah semangat warga untuk terus menjaga keamanan lingkungan. Ia juga mengingatkan warga agar tidak ragu untuk segera melapor jika menemukan potensi gangguan keamanan.

    “Jika ada gangguan Kamtibmas yang membutuhkan kehadiran polisi, jangan ragu untuk menghubungi Bhabinkamtibmas atau langsung menelepon Call Center 110 yang bebas pulsa. Kami siap melayani,” pungkasnya.

    Kegiatan Halalbihalal ini berjalan dengan lancar dan penuh kekeluargaan, mencerminkan sinergi yang kuat antara Polsek Pancoran dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan damai.

  • Polri Dinilai Sukses Kelola Arus Mudik dan Balik Lebaran, Tuai Respons Positif Masyarakat

    Jakarta – Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dinilai berjalan lancar. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Polri dalam mengelola lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat.

    Selama periode operasi yang berlangsung selama 13 hari, Polri dinilai mampu hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pelayanan yang optimal. Tidak hanya memastikan kelancaran arus lalu lintas, Polri juga dinilai berhasil menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.

    Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia, Edi Saputra Hasibuan, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

    “Keberhasilan melancarkan arus mudik dan balik Lebaran ini menunjukkan bahwa Polri hadir memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Polri mampu memberikan pelayanan yang nyaman, cepat, dan responsif sehingga masyarakat merasa aman selama perjalanan,” ujar Edi.

    Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Polri di berbagai titik pengamanan dan pelayanan memberikan dampak signifikan terhadap persepsi publik. Menurutnya, masyarakat merasakan langsung kecepatan respons dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.

    “Yang dirasakan masyarakat adalah Polri hadir memberikan pelayanan yang cepat dan membuat masyarakat merasa nyaman. Hal ini menjadi indikator penting keberhasilan Operasi Ketupat,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan operasi, Polri juga mendapatkan banyak tanggapan positif dari masyarakat. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

    “Dalam 13 hari pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri banyak mendapatkan respons positif dari masyarakat. Ini menjadi catatan baik dan harus terus dipertahankan ke depan,” pungkasnya.

    Dengan capaian tersebut, Polri diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengamanan momen-momen besar yang melibatkan mobilitas masyarakat secara masif seperti arus mudik dan balik Lebaran.

  • APEL SABUK KAMTIBMAS DAN SIMULASI SISPAM MAKO POLRES METRO JAKARTA SELATAN BERJALAN AMAN DAN KONDUSIF

    Jakarta Selatan – Polres Metro Jakarta Selatan menggelar kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas yang dirangkaikan dengan Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) pada Selasa (7/4/2026) pukul 16.00 WIB hingga selesai, bertempat di Mako Polres Metro Jakarta Selatan.

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, I Putu Yuni Setiawan, serta dihadiri oleh Wakapolres Hendro Sukmono, Kabagops Tribuana Roseno, para Pejabat Utama (PJU), seluruh Kapolsek jajaran, serta personel Polres Metro Jakarta Selatan.

    Selain unsur Polri, kegiatan ini juga melibatkan potensi masyarakat yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas sebanyak 300 orang, terdiri dari berbagai elemen seperti kelompok ojek online, organisasi kemasyarakatan (Ormas) PETIR, Bang Japar, Pemuda Pancasila, FKPPI, FBR, Merah Putih, FKDM, serta Pemuda Panca Marga.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Apel Sabuk Kamtibmas yang dipimpin Kapolres, dilanjutkan dengan Tactical Wall Game (TWG) simulasi Sispam Mako yang dipimpin oleh Kabagops. Selanjutnya dilaksanakan simulasi lapangan Sispam Mako dengan penggambaran tahapan situasi Hijau, Kuning, dan Merah dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, termasuk massa anarkis.

    Dalam simulasi tersebut, unsur potensi masyarakat turut dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari Sabuk Kamtibmas untuk bersama-sama mendukung pengamanan Mako Polres serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

    Kapolres Metro Jakarta Selatan dalam arahannya menekankan pentingnya sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai potensi kerawanan yang mungkin terjadi di lingkungan Mako maupun wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan.

    Sebagai tindak lanjut, kegiatan serupa akan dilaksanakan di tingkat Polsek jajaran dengan menyesuaikan arahan pimpinan, guna memperkuat kesiapan pengamanan di masing-masing wilayah.

    Usai kegiatan, seluruh peserta dari potensi masyarakat diberikan sarana kontak berupa beras  5 kg dan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan.

    Seluruh rangkaian kegiatan Apel Sabuk Kamtibmas dan Simulasi Sispam Mako Polres Metro Jakarta Selatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

  • Bongkar Ribuan Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Ingatkan Bahaya Narkoba dan Dampaknya

    Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap 1.833 kasus narkoba selama Januari hingga Maret 2026. Sebanyak 2.485 tersangka ditangkap, sementara barang bukti narkotika yang disita mencapai 712,01 kilogram.

    Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti narkoba di halaman Gedung Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Rabu (8/4/2026).

    Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ahmad David mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja masif jajaran kepolisian dari tingkat direktorat hingga polsek dalam membongkar jaringan narkotika.

    “Kami tidak hanya menindak pengedar, tetapi juga membongkar jaringan, bandar, hingga clandestine lab. Penindakan ini akan terus dikembangkan untuk mengungkap aktor intelektual dan pendana di balik peredaran narkoba,” kata Ahmad David.

    Ia menjelaskan, berbagai jenis narkotika berhasil diamankan, mulai dari sabu, ganja, ekstasi, hingga obat berbahaya dan zat sintetis lainnya.

    Tak hanya itu, pengungkapan tersebut juga berdampak besar bagi masyarakat. Polisi memperkirakan barang bukti yang diamankan setara dengan upaya penyelamatan sekitar 5,17 juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

    Pengungkapan dan pemusnahan barang bukti ini juga sejalan dengan komitmen Kapolda Metro Jaya dalam mendukung Program Asta Cita Presiden RI, khususnya poin ke-7, yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi serta pemberantasan korupsi dan narkoba.

    Sementara itu, Kasubbidpenmas Polda Metro Jaya Kompol Andaru Rahutomo menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam pemberantasan narkoba.

    “Kami mengimbangi langkah represif dengan upaya preventif dan rehabilitatif, agar korban penyalahgunaan narkoba dapat pulih dan kembali ke masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga memastikan proses pemusnahan barang bukti dilakukan secara transparan dan sesuai standar. Pemusnahan dilakukan menggunakan insinerator dengan pengawasan lintas instansi serta melalui uji laboratorium.

    Polda Metro Jaya menegaskan akan terus melakukan penindakan tegas terhadap peredaran narkoba. Masyarakat juga diimbau aktif melapor melalui hotline 110 jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika di lingkungannya.

  • Haidar Alwi: Operasi Ketupat 2026 Bukti Nyata Presisi Kapolri, 85,3% Pemudik Puas

    Jakarta – Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berdasarkan survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia. Capaian ini dipandang bukan sekadar statistik tahunan, melainkan gambaran nyata pengalaman publik dalam menghadapi salah satu mobilitas terbesar di dunia.

    Dalam skala pergerakan jutaan orang lintas wilayah dalam waktu singkat, tingkat kepuasan tersebut menjadi indikator konkret bahwa sistem pengamanan dan pelayanan berjalan efektif. Keberhasilan ini dinilai lahir dari pendekatan terukur, terintegrasi, serta berbasis sistem yang kuat.

    Mudik Lebaran selama ini dikenal bukan hanya tradisi sosial, tetapi fenomena nasional dengan kompleksitas tinggi. Lonjakan kendaraan, kepadatan jalur utama, potensi kecelakaan, hingga gangguan distribusi logistik menjadikan momentum ini sebagai ujian kapasitas negara. Dalam situasi tersebut, kegagalan pengelolaan bukan hanya berdampak pada kemacetan, tetapi berpotensi memicu gangguan stabilitas yang lebih luas. Karena itu, kelancaran dan keamanan mudik dipandang sebagai indikator kemampuan negara mengelola tekanan publik secara langsung.

    Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni Ikatan Alumni ITB, Haidar Alwi, menilai kepuasan publik pada momentum mudik tidak dapat dilihat sekadar sebagai ukuran pelayanan, tetapi refleksi kualitas sistem negara dalam mengelola mobilitas sosial berskala besar.

    “Dalam sistem modern, pergerakan manusia dalam jumlah besar adalah ujian kapasitas negara yang paling nyata. Ketika mobilitas dapat dikelola secara aman, lancar, dan terkendali, itu menunjukkan adanya integrasi antara kebijakan, data, dan eksekusi di lapangan. Kepuasan publik dalam konteks ini bukan sekadar persepsi, tetapi cerminan dari sistem yang bekerja secara utuh,” tegas Haidar Alwi.

    Ia menekankan, tanpa memahami mudik sebagai sistem kompleks, angka kepuasan 85,3 persen mudah dianggap sebagai capaian biasa. Padahal di baliknya terdapat struktur pelayanan terintegrasi yang mencakup pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga kehadiran negara di titik-titik krusial perjalanan masyarakat.

    Survei tersebut juga menampilkan indikator turunan yang memperkuat kualitas pelayanan di lapangan. Sebanyak 84 persen pemudik puas terhadap posko pelayanan kepolisian yang berfungsi sebagai pusat informasi, pengamanan, sekaligus ruang istirahat masyarakat. Selain itu, 77,6 persen responden menyatakan puas terhadap rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow yang diterapkan secara dinamis untuk mengurai kepadatan kendaraan.

    Di sisi lain, 81,7 persen responden menyatakan puas terhadap ketersediaan bahan bakar, menunjukkan koordinasi lintas sektor berjalan efektif selama periode mudik. Data ini menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil kerja sistem pelayanan yang saling terhubung dan berjalan simultan.

    “Pelayanan publik yang efektif tidak ditentukan oleh seberapa banyak kebijakan dibuat, tetapi oleh seberapa tepat kebijakan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika sistem mampu menerjemahkan kompleksitas menjadi solusi, di situlah kepercayaan publik mulai terbentuk secara rasional,” jelas Haidar Alwi.

    Keberhasilan ini juga dinilai tidak terlepas dari arah kebijakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui konsep Presisi yang menekankan pendekatan prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan. Dalam kerangka tersebut, kepolisian tidak hanya bergerak reaktif, tetapi mengedepankan kemampuan membaca potensi risiko sebelum berkembang menjadi masalah.

    Dengan demikian, Operasi Ketupat 2026 dinilai tidak lagi sekadar operasi rutin tahunan, melainkan model pelayanan publik yang menunjukkan kemampuan institusi negara bekerja secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

  • 85,3% Pemudik Puas, Burhanuddin Muhtadi Tegaskan Tingginya Kepuasan Mudik Lebaran 2026

    Jakarta – Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026 berada pada level sangat tinggi. Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelayanan mudik tahun ini.

    Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa secara umum tingkat kepuasan masyarakat baik yang mudik maupun tidak melaksanakan mudik mencapai 80,8 persen, dengan peningkatan signifikan pada kelompok pemudik.

    “Ini menunjukkan penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 berjalan sangat baik dan mendapat apresiasi luas dari masyarakat,” ujarnya dalam paparan hasil survei, Selasa (7/4/2026).

    Survei tersebut dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 29 Maret hingga 4 April 2026 terhadap 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

    Dari rincian survei, kategori “sangat puas” tercatat sebesar 10,8 persen (umum) dan 15,3 persen (pemudik), sementara “cukup puas” mendominasi dengan 70,0 persen pada kedua kategori. Adapun tingkat ketidakpuasan relatif rendah, yakni 7,1 persen (umum) dan 9,5 persen (pemudik), serta yang menyatakan tidak puas sama sekali berada di bawah 2 persen.

    Hasil ini juga menunjukkan konsistensi kinerja dibanding tahun sebelumnya, di mana tingkat kepuasan publik pada 2026 tercatat hampir identik dengan 2025, baik pada kategori sangat puas maupun cukup puas.

    Menanggapi hasil tersebut, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas tingginya tingkat kepuasan masyarakat. Ia menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh stakeholder dalam penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026.

    “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya yang telah berkolaborasi dengan baik sehingga mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan berkeselamatan,” ujarnya.

    Secara khusus, Kakorlantas juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo atas kepemimpinan, petunjuk, dan arahan strategis, serta keterlibatan langsung di lapangan dalam memastikan pengamanan mudik berjalan optimal.

    “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolri atas arahan, dukungan penuh, dan kehadiran langsung di lapangan yang menjadi motivasi bagi seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.

    Capaian ini menjadi indikator kuat keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan mudik Lebaran yang aman, nyaman, dan lancar, sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan Polri yang semakin humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

  • Patroli Dialogis Samapta Polsek Tebet, Tingkatkan Kewaspadaan Warga Cegah 3C

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, personel Samapta Polsek Tebet melaksanakan patroli dialogis di wilayah Jl. Rasamala Raya, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/4/2026) pukul 09.40 WIB hingga selesai.

    Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Priyantono dan Aiptu I Putu Ariana dengan menyasar warga sekitar guna mengantisipasi potensi tindak kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor) yang cenderung meningkat.

    Dalam pelaksanaannya, personel memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Warga juga diingatkan untuk selalu menjaga keamanan pribadi maupun barang berharga guna mencegah terjadinya aksi kriminalitas.

    Selain itu, petugas turut mensosialisasikan layanan kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat apabila membutuhkan kehadiran atau bantuan polisi secara cepat.

    Melalui kegiatan patroli dialogis ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara Polri dan masyarakat serta terciptanya situasi wilayah yang aman, nyaman, dan kondusif.

  • Polsek Tebet Gencarkan Strong Point Sore Hari, Antisipasi Tawuran Remaja di Sejumlah Titik Rawan

    Jakarta Selatan – Dalam upaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, personel Polsek Tebet melaksanakan kegiatan strong point sekaligus patroli pencegahan tawuran remaja di wilayah hukum Tebet, Selasa (7/4/2026) mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan ini difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya aksi tawuran, di antaranya Jl. Manggarai Utara II Kelurahan Manggarai, Jl. Bukit Duri Barat Kelurahan Bukit Duri, serta Jl. Dr. Saharjo Kelurahan Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

    Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu Aiptu Yoyo Waluyo, Robby Sandra Putra, dan Briptu Ari Setyadi S. Mereka secara aktif melakukan pemantauan situasi wilayah serta menyambangi warga dan para remaja yang masih berkumpul di lokasi-lokasi tertentu.

    Dalam pelaksanaannya, petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat dan para remaja agar tidak terlibat dalam aksi tawuran serta turut berperan menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

    Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini guna meminimalisir potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada jam-jam rawan di sore hingga malam hari.

    Dengan adanya kegiatan strong point ini, diharapkan dapat meningkatkan rasa aman di tengah masyarakat serta mencegah terjadinya aksi tawuran yang dapat meresahkan warga. Polsek Tebet juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan segera melaporkan apabila ditemukan potensi gangguan keamanan di lingkungannya.

  • Polsek Metro Kebayoran Baru Mediasi Sengketa Hak Asuh Anak Warga Kramat Pela

    Jakarta Selatan — Perselisihan terkait hak asuh anak yang terjadi di wilayah Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berhasil dimediasi oleh pihak kepolisian Polsek Metro Kebayoran Baru pada Senin (6/4/2026).

    Kejadian bermula di Jalan Rambai RT 02 RW 02, Kelurahan Kramat Pela, ketika dua pihak yang merupakan pasangan suami istri terlibat sengketa perebutan hak asuh anak. Upaya penyelesaian secara kekeluargaan di lingkungan setempat tidak membuahkan hasil, sehingga permasalahan tersebut kemudian dibawa ke Polsek Metro Kebayoran Baru.

    Bhabinkamtibmas Kelurahan Kramat Pela, Aiptu Suratin, lebih dulu melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan situasi tetap kondusif. Selanjutnya, proses mediasi dilaksanakan di Polsek Metro Kebayoran Baru dan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim.

    Melalui proses mediasi tersebut, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan sementara. Pihak perempuan (ibu) akan membawa anaknya mulai Selasa (7/4/2026) hingga tanggal 15 April 2026. Setelah itu, anak tersebut akan kembali diasuh oleh pihak suami hingga adanya keputusan resmi dari pengadilan terkait hak asuh.

    Pihak kepolisian mengimbau kedua belah pihak untuk tetap menjaga komunikasi yang baik serta mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan anak selama proses hukum berlangsung.

    Dengan adanya mediasi ini, situasi yang sempat memanas berhasil diredam, dan diharapkan kedua pihak dapat menghormati kesepakatan yang telah dibuat sambil menunggu putusan hukum yang berkekuatan tetap.

  • Tingkatkan Kewaspadaan, Unit Samapta Polsek Pancoran Gelar Patroli Dialogis di Duren Tiga Selatan

    Jakarta Selatan – Dalam rangka menjaga kondusivitas wilayah dan mengantisipasi tindak kriminalitas, Unit 1 Samapta Polsek Pancoran melaksanakan kegiatan patroli dialogis dan sambang warga di Jalan Duren Tiga Selatan, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa sore (07/04/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 16.15 WIB tersebut dilaksanakan oleh personel Unit 1 Samapta, yakni Aiptu Jamari (Ps. 1 Samapta) dan Brigadir Arif Setiadi (Patko 4054). Patroli ini menyasar area pemukiman warga guna memberikan rasa aman serta menjalin komunikasi langsung dengan tokoh masyarakat setempat.

    Dalam kesempatan tersebut, petugas menyambangi Ketua RT 015 RW 05, Bapak Wahyu. Aiptu Jamari menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dan mengajak seluruh elemen warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

    “Kami menghimbau warga untuk selalu waspada dan melakukan pengawasan ekstra, terutama menjelang jam-jam rawan. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya tindak pidana Curas, Curat, dan Curanmor (3C),” ujar Aiptu Jamari di lokasi.

    Selain memberikan himbauan, petugas juga mensosialisasikan layanan darurat *Call Center 110*. Warga diminta untuk tidak ragu melaporkan kejadian sekecil apa pun yang mencurigakan atau membutuhkan kehadiran polisi di lapangan melalui layanan bebas pulsa tersebut.

    “Kerja sama antara masyarakat dan kepolisian adalah kunci utama keamanan. Jika ada hal yang mencurigakan, segera lapor agar bisa kami tindak lanjuti dengan cepat,” tambahnya.

    Patroli rutin seperti ini akan terus ditingkatkan oleh Polsek Pancoran sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.